IKLAN SPONSOR
Buka
Prabowo Kutip Indonesia Bubar 2030 dari Novel Fiksi Ilmiah Post Reply 
Mode View ▽ Thread Tools ▽ Beri Rating ▽
03-21-2018, 08:36 PM
Post: #1
9

Rank:
Point: Rp. 410
Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia diramalkan bubar pada 2030. Pidato tersebut kemudian ramai diperbincangkan setelah Partai Gerindra menguggahnya di akun resmi partai berlambang kepala burung Garuda.

Tak dijelaskan kapan pidato politik Prabowo itu disampaikan. Namun dari visual yang ditampilkan, diduga pidato itu terjadi saat Gerindra melakukan temu kader di Sentul Bogor, tahun lalu.

BACA JUGA
Ketum PPP: Tak Ada Poros Ketiga, Jokowi-Prabowo Akan Rematch di 2019
Begini Standar Cawapres untuk Jokowi di Pilpres 2019 Versi Partai Golkar
34 DPD Gerindra Kumpul di Cikini Malam Ini, Bahas Prabowo Capres
Dalam cuplikan video itu, Prabowo mengatakan, kajian bangsa lain tak menyertakan Indonesia di tahun 2030. Menurut Prabowo, kajian itu memprediksi Indonesia akan bubar.


"Saudara-saudara. Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo dalam video yang diunggah Senin 19 Maret 2018.

"Bung, mereka ramalkan kita ini bubar, elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara," kata Prabowo lagi.

Prabowo pun menyinggung soal aset yang dimiliki negara hanya dikuasai satu persen saja. Begitu juga kekayaan Indonesia yang malah dibawa dan dimanfaatkan ke luar negeri.

"Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian. Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang, semakin culas, semakin maling. Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi," tutur Prabowo dalam video itu.

Apa yang disampaikan Prabowo rupanya bukan pertama kali diucapkan. Dalam sebuah Bedah Buku "Nasionalisme, Sosialisme, dan Pragmatisme. Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo", di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Senin 27 September 2013.

Dalam pidatonya Prabowo banyak menyinggung soal geopolitik dan ekonomi Indonesia. Mantan Pangkostrad itu juga menyinggung soal kehidupan petani, impor garam, sulitnya warga Jakarta memperoleh air minum sampai dengan kurang gizi di Nusa Tenggara Timur.

Namun, dalam pertengahan pidatonya, Prabowo mengeluarkan tiga buku. Buku tersebut dia beli saar berkunjung ke luar negeri. Buku pertama adalah Destined for War: Can America and China Escape Thucydides's Trap? karya Graham Allison. Sementara buku kedua adalah War by Other Means: Geoeconomics and Statecraft karya Ambassador Robert D. Blackwill. Kedua buku ini lantas dihibahkan Prabowo untuk Fakultas FEB

Sumber : http://m.liputan6.com/news/read/3394331/...ne_click_1
Offline
Like Post Quote
« Next Oldest | Next Newest »


Forum Jump:


User(s) browsing this thread: 1 Guest(s)